my WORDerful life

Intan Permata Sari

Spirit 2009

on December 26, 2008

 PELANGI
 Perjalanan Langkah & Inspirasi

Alkisah, tersebutlah seorang pria yang putus asa dan
ingin meninggalkan segalanya.
Meninggalkan pekerjaan, hubungan, dan berhenti hidup.
Ia lalu pergi ke hutan untuk bicara yang terakhir
kalinya dengan Tuhan Sang Maha Pencipta.

“Tuhan,” katanya. “Apakah Tuhan bisa memberi saya satu
alasan yang baik untuk jangan berhenti hidup dan menyerah ?”

Jawaban Tuhan sangat mengejutkan.

“Coba lihat ke sekitarmu. Apakah kamu melihat pakis
dan bambu ?”. “Ya,” jawab pria itu.
“Ketika menanam benih pakis dan benih bambu, Aku
merawat keduanya secara sangat baik.
Aku memberi keduanya cahaya. Memberikan air. Pakis
tumbuh cepat di bumi.
Daunnya yang hijau segar menutupi permukaan tanah hutan.
Sementara itu, benih bambu tidak menghasilkan apapun.
Tapi Aku tidak menyerah.

 “Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin subur dan banyak,
 tapi belum ada juga yang muncul dari benih bambu.
 Tapi Aku tidak menyerah.

“Di tahun ketiga, benih bambu belum juga memunculkan
sesuatu. Tapi Aku tidak menyerah.
Di tahun ke-4, masih juga belum ada apapun dari benih
bambu. Aku tidak menyerah,” kataNya.

“Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil.
Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecildan tidak bermakna. Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100
kaki.
Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun.
Akar ini membuat bambu kuat dan memberi apa yang
diperlukan bambu untuk bertahan hidup.

Aku tak akan memberi cobaan yang tak sangup diatasi
ciptaan-Ku, “kata Tuhan kepada pria itu.

“Tahukah kamu, anak-Ku, di saat menghadapi semua
kesulitan dan perjuangan berat ini, kamu sebenarnya menumbuhkan akar-akar?”

“Aku tidak meninggalkan bambu itu. Aku juga tak akan meninggalkanmu.”

“Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain,”
kata Tuhan. “Bambu mempunyai tujuan yang beda dengan pakis. Tapi
keduanya membuat hutan menjadi indah.”
“Waktumu akan datang. Kamu akan menanjak dan menjulang
tinggi.”

“Saya akan menjulang setinggi apa ?” tanya pria itu.

“Setinggi apa pohon bambu bisa menjulang?” tanya Tuhan

“Setinggi yang bisa dicapainya,” jawab pria itu.
“Ya, benar! Agungkan dan muliakan nama-Ku dengan
menjadi yang terbaik, meraih yang tertinggi sesuai kemampuanmu,” kata Tuhan.

Pria itu lalu meninggalkan hutan dan mengisahkan
pengalaman hidup yang berharga ini.

Advertisements

7 responses to “Spirit 2009

  1. doelsoehono says:

    maeuteup sekali kisah ini semoga kita semua bisa mengambil hikmah yang sangat berguna ini .

    ku percaya dunia hanyalah imitasinya dan akhirat kelak sebai emas murninya ,manusia yang beriman tak akan menyerah di tengah jalan apapun yang terjadi semuanya ingin meraih sesuatu sesuae dengan kemampuannya …(sorry bila kagak nyambung )Thanks telah membesarkan hati bagi yang lemah .

  2. Khairulu says:

    kesulitan akan menumbuhkan akar-akarmu…

    Bagus bu.

  3. hommer115 says:

    sangat inspiring…
    bambu kudu 5 taun yaa?

    • uji coba sendiri nanem bambu kayaknya ide bagus tuh, sambil nanam bambu kita juga menanam dan memupuk kesabaran & keikhlasan diri kita lihat pas bambunya bertunas apakah tunas kejiakan kita sudah ikut tumbuh atau belum

  4. hommer115 says:

    mungkin kalau bambu, sudah jelas bahwa ia akan tumbuh dalam 5 tahun ya bu…bahkan mungkin ada riset dan bukti sains untuk hal itu. cuma kalau manusia mungkin butuh lebih dari itu..mungkin bisa seumur hidupnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: