my WORDerful life

Intan Permata Sari

Jangan menunda sesuatu….

on June 11, 2008

Cerita yang keren….lagi-lagi ngopy dari Milis

Pada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam
keluarga yang bahagia, dengan orang tua dan sanak keluarganya.
Tetapi, dia selalu mengangap itu sesuatu yang wajar saja. Dia terus
bermain, menggangu adik dan kakaknya, membuat masalah bagi orang
lain adalah kesukaannya. Ketika ia menyadari kesalahannya dan mau
minta maaf,dia selalu berkata, “Tidak apa-apa, besok kan bisa.”
Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan baginya. Dia belajar,
mendapat teman, dan sangat bahagia. Tetapi, dia anggap itu wajar-
wajar aja.

Semua begitu saja dijalaninya sehingga dia anggap semua sudah
sewajarnya. Suatu hari, dia berkelahi dengan teman baiknya.
Walaupun dia tahu itu salah, tapi tidak pernah mengambil inisiatif
untuk minta maaf dan berbaikan dengan teman baiknya.
Alasannya, “Tidak apa-apa, besok kan bisa.”
Ketika dia agak besar, teman baiknya tadi bukanlah temannya lagi.
Walaupun dia masih sering melihat temannya itu, tapi mereka tidak
pernah saling tegur. Tapi itu bukanlah masalah, karena dia masih
punya banyak teman baik yang lain. Dia dan teman-temannya melakukan
segala sesuatu bersama-sama, main, kerjakan PR, dan jalan-jalan. Ya,
mereka semua teman-temannya yang paling baik.

Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia ketemu seorang cewek
yang sangat cantik dan baik. Cewek ini kemudian menjadi pacarnya.
Dia begitu sibuk dengan kerjanya, karena dia ingin dipromosikan ke
posisi paling tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin.

Tentu, dia rindu untuk bertemu teman-temannya. Tapi dia tidak
pernah lagi menghubungi mereka, bahkan lewat telepon. Dia selalu
berkata, “Ah, aku capek, besok saja aku hubungin mereka.” Ini tidak
terlalu mengganggu Dia karena dia punya teman-teman sekerja selalu
mau diajak keluar.Jadi, waktu pun berlalu, dia lupa sama sekali
untuk menelepon teman-temannya.

Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras agar
dalam membahagiakan keluarganya. Dia tidak pernah lagi membeli bunga
untuk istrinya, atau pun mengingat hari ulang tahun istrinya dan
juga hari pernikahan mereka. Itu tidak masalah baginya, karena
istrinya selalu mengerti dia, dan tidak pernah menyalahkannya.

Tentu, kadang-kadang dia merasa bersalah dan sangat ingin punya
kesempatan untuk mengatakan pada istrinya “Aku cinta kamu”, tapi
dia tidak pernah melakukannya. Alasannya, “Tidak apa-apa, saya pasti
besok akan mengatakannya. ” Dia tidak pernah sempat datang ke pesta
ulang tahun anak-anaknya, tapi dia tidak tahu ini akan perpengaruh
pada anak-anaknya. Anak-anak mulai menjauhinya, dan tidak pernah
benar-benar menghabiskan waktu mereka dengan ayahnya.

Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas dalam
kecelakaan, istrinya ditabrak lari. Ketika kejadian itu terjadi,
dia sedang ada rapat. Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang
fatal, dia baru datang saat istrinya akan dijemput maut. Sebelum
sempat berkata “Aku cintakamu”, istrinya telah meninggal dunia. Laki-
laki itu remuk hatinya dan mencoba menghibur diri melalui anak-
anaknya setelah kematian istrinya. Tapi, dia baru sadar bahwa anak
anaknya tidak pernah mau berkomunikasi dengannya. Segera, anak-
anaknya dewasa dan membangun keluarganya masing-masing. Tidak ada
yang peduli dengan orang tua ini, yang di masa lalunya tidak pernah
meluangkan waktunya untuk mereka.

Saat mulai renta, Dia pindah ke rumah jompo yang terbaik, yang
menyediakan pelayanan sangat baik. Dia menggunakan uang yang
semula disimpannya untuk perayaan ulang tahun pernikahan ke 50, 60,
dan 70. Semula uang itu akan dipakainya untuk pergi ke Hawaii, New
Zealand,dan negara-negara lain bersama istrinya, tapi kini
dipakainya untuk membayar biaya tinggal di rumah Jompo tersebut.
Sejak itu sampai dia meninggal, hanya ada orang-orang tua dan suster
yang merawatnya.Dia kini merasa sangat kesepian, perasaan yang Tidak
pernah dia rasakan sebelumnya.

Saat dia mau meninggal, dia memanggil seorang suster dan berkata
kepadanya, “Ah, andai saja aku menyadari ini dari dulu….”
Kemudian perlahan ia menghembuskan napas terakhir, Dia meninggal dunia
dengan airmata dipipinya.

Apa yang saya ingin coba katakan pada anda, waktu itu nggak pernah
berhenti. Anda terus maju dan maju, sebelum benar-benar menyadari,
anda ternyata telah maju terlalu jauh.

Jika kamu pernah bertengkar, segera berbaikanlah!
Jika kamu merasa ingin mendengar suara teman kamu, jangan ragu-
ragu untuk meneleponnya segera.

Terakhir, tapi ini yang paling penting, jika kamu merasa kamu
ingin bilang sama seseorang bahwa kamu sayang dan cinta dia, jangan
tunggu sampai terlambat. Jika kamu terus pikir bahwa kamu lain hari
baru akan memberitahu dia, hari ini tidak pernah akan datang.

Jika kamu selalu pikir bahwa besok akan datang, maka “besok” akan
pergi begitu cepatnya hingga kamu baru sadar bahwa waktu telah
meninggalkanmu.

Advertisements

8 responses to “Jangan menunda sesuatu….

  1. apiqquantum says:

    Jangan tunda lagi…Titan, Ian, dkk ke APIQ Bawean 2. nuhun.

  2. intan says:

    Siap Om APIQ….

  3. yudhistira31 says:

    salam kenal mbak…mau sharing kisah sedih gara2 menunda sesuatu mbak…apalagi kalo hal yang membawa kebaikan di http://yudhistira31.wordpress.com/2008/05/19/membangun-bangsa-bersama-keluarga-fun-kids-ra-istiqlal/

  4. intan says:

    Sudah baca….txs ya bagus banget

  5. doelsoehono says:

    wah kerent > >

    janganlah sering menunda -nunda sesuatu itulah yang harus kita ingat karena apa .setelah saya baca dari teh intan pms ,saya juga teringat atas kejadian minggu kemarin yang sangat saya sesali karena bulan maret kemarin saya pulkam dan menyempatkan berkunjung ke bibi saya karena saya tunda waktunya besuk aja klo Hari raya…..ngak tahunya tepat tgl 7-05-08 dia telah di panggil yang kuasa ,ya udahlah penyesalan yang saya dapatkan ……Betul sekalI klo kita JANGAN MENUNDA-NUNDA SESUATU……

  6. roisz says:

    betul bu,
    jangan menunda sesuatu
    seperti saat ini, saya lapar sekali
    harus cepat makan, atau kehabisan 😀

  7. Ah ceritanya bagus sekali, aku langsung sms mbak intan sekarang ah 🙂

  8. intan says:

    Sebetulnya cerita itu buat menyemangati say…karena sampai saat ini saya masih menunda sesuatu dan sampai saat ini pun saya ga tau apakah harus menunda atau tidak….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: