my WORDerful life

Intan Permata Sari

Hati…hati

on February 26, 2008

Vaksin penyebab Autis

Buat para Pasangan MUDA, oom dan tante yg punya keponakan atau bahkan calon ibu, perlu nih dibaca ttg autisme. Bisa di share kepada yang masih punya anak kecil supaya ber-hati2. Setelah kesibukan yg menyita waktu, baru sekarang saya bisa dapat waktu luang membaca buku “Children with Starving Brains” karangan Jaquelyn McCandless,MD yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh Grasindo.

Ternyata buku yang saya beli di toko buku Gramedia seharga Rp. 50,000, itu benar2 membuka mata saya, dan sayang sekali baru terbit setelah anak saya Joey (27 bln) didiagnosa mengidap Autisme Spectrum Disorder.
Bagian satu, bab 3, dari buku itu benar-benar membuat saya menangis. Selama 6 bulan pertama hidupnya (Agustus 2001 – Februari 2002), Joey memperoleh 3 kali suntikan vaksin Hepatitis B, dan 3 kali suntikan vaksin HiB. Menurut buku tersebut (halaman 54 – 55) ternyata 2 macam vaksin yang diterima anak saya dalam 6 bulan pertama hidupnya itu positif mengandung zat pengawet Thimerosal , yang terdiri dari Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama sindrom Autisme Spectrum Disorder yang meledak pada sejak awal tahun 1990 an.

Vaksin yang mengandung Thimerosal itu sendiri sudah dilarang di Amerika sejak akhir tahun 2001. Alangkah sedihnya saya, anak yang saya tunggu kehadirannya selama 6 tahun, dilahirkan dan divaksinasi di sebuah rumahsakit besar yang bagus, terkenal, dan mahal di Karawaci Tangerang, dengan harapan memperoleh treatment yang terbaik, ternyata malah “diracuni” oleh Mercuri dengan selubung vaksinasi.

Beruntung saya masih bisa memberi ASI sampai sekarang, sehingga Joey tidak menderita Autisme yang parah. Tetapi tetap saja, sampai sekarang dia belum bicara , harus diet pantang gluten dan casein, harus terapi ABA, Okupasi, dan nampaknya harus dibarengi dengan diet supplemen yang keseluruhannya sangat besar biayanya . Melalui e-mail ini saya hanya ingin menghimbau para dokter anak di Indonesia, para pejabat di Departemen Kesehatan, tolonglah baca buku tersebut diatas itu, dan tolong musnahkan semua vaksin yang masih mengandung Thimerosal .

Jangan sampai (dan bukan tidak mungkin sudah terjadi) sisa stok yang tidak habis di Amerika Serikat tersebut diekspor dengan harga murah ke Indonesia dan dikampanyekan sampai ke puskesmas-puskesmas seperti contohnya vaksin Hepatitis B, yang sekarang sedang giat-giatnya dikampanyekan sampai ke pedesaan. Kepada para orang tua dan calon orang tua, marilah kita bersikap proaktif, dan assertif dengan menolak vaksin yang mengandung Thimerosal tersebut, cobalah bernegosiasi dengan dokter anak kita, minta vaksin Hepatitis B dan HiB yang tidak mengandung Thimerosal. Juga tolong e- mail ini diteruskan kepada mereka yang akan menjadi orang tua, agar tidak mengalami nasib yang sama seperti saya.
Sekali lagi, jangan sampai kita kehilangan satu generasi anak-anak penerus bangsa, apalagi jika mereka datang dari keluarga yang berpenghasilan rendah yang untuk makan saja sulit apalagi untuk membiayai biaya terapi supplemen, terapi ABA, Okupasi, dokter ahliAutisme (yang daftar tunggunya sampai berbulan-bulan) , yang besarnya sampai jutaan Rupiah per bulannya.

Terakhir, mohon doanya untuk Joey dan ratusan, bahkan ribuan teman-teman senasibnya di
Indonesia yang sekarang sedang berjuang membebaskan diri dari belenggu Autisme.

Ini email dari Pak Agustian Purnama-BI, mudah-mudahan bermanfaat

Advertisements

9 responses to “Hati…hati

  1. angger says:

    Apa saran BU Intan untuk saya?
    Anak-anak saya sudah terlanjur gede-gede.

  2. intan says:

    Rajin-rajin main Badminton …..Pak, biar daya tahan tubuh meningkat & terjaga

  3. Rully says:

    Apa saran bu Intan untuk saya?
    Anak saya (sekarang 11 bulan) udah terlanjur divaksin ini-itu.

    /* jangan ngasih saran rajin-rajin futsal, soalnya anak perempuan */ :mrgreen:

  4. amir says:

    Disarankan ibu harus lebih detil lagi menerangkan permasalahannya, diantaranya:
    1. Vaksin Hepatitis B, Vaksin HiB yang mengandung Thimerosal, atau semua vaksin yang mengandung thimersol sekarang ini di bulan februari tahun 2008 masih beredar nga di Indonesia ?
    2. Makasih ๐Ÿ™‚

    @angger:
    Sumbang saran mudah2an di terima, menurut ilmu kedokteran kalau anak2nya udah terlanjur gede2, kedua orang tuanya yang harus di vaksin, tapi vaksin apa yach ? ntar lah tanya dulu ama dr. boyke. ๐Ÿ™‚

  5. indra kh says:

    Serba salah jadinya. Tidak divaksin takut kena penyakit. Divaksin pun tidak bisa luput dari ancaman.

  6. intan says:

    Yang jelas para orang tua skrg harus dituntut lebih teliti….dan rajin Baca….

    Mohon maaf jika kurang detail, maklum ngopy dari email

  7. alfa says:

    rumah sakitnya autis tuh

  8. bu
    imel tsb sudah lama sekali beredar kan?
    beberapa klarifikasi sudah dituliskan

    barangkali ibu bisa ke milis sehat@yahoogroups.com dll

  9. intan says:

    Makasih banyak masukannya, coba aku cek ke sehat@yahoogroups.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: